Berita Terkini

BPU Jadi Tempat Adu Nasib 285 Calon PPK

Tondano - Proses perekrutan PPK Pilkada Minahasa 2018 terus berlanjut. Setelah menetapkan nama-nama calon PPK yang lolos Seleksi berkas/administasi lewat Rapat Pleno Penetapan calon anggota PPK, proses perekrutan akan memasuki tahapan seleksi tertulis. Pokja perekrutan PPK Pilkada akan menggelar seleksi yang dimaksud pada: Hari/Tgl: Sabtu, 21 Okt 2017, Jam: 09.00 wita. Tempat: Gedung BPU-Tondano, Jumlah Peserta: 285 calon PPK. Untuk pengumuman lulus seleksi berkas dapat di download disini (admin)

Tinangon: Pendaftaran PPS di Kelurahan secara Terbuka

LURAH-LPM harus usulkan Semua Yang Daftar   Tondano - Guna mematangkan rekrutmen Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan di Setiap Desa / Kelurahan,  KPU minahasa menggelar Rapat Kerja dengan Pemerintah Desa Kelurahan di Kecamatan Tondano Barat,  Tondano Selatan,  Kakas dan Kakas Barat, Selasa (17/10).   Dalam kesempatan menyampaikan materi di Kecamatan Tondano Barat,  Ketua KPU minahasa Meidy Yafeth Tinangon menyampaikan prosedur pendaftaran calon anggota PPS yang berdasarkan UU nomor 10 Tahun 2016 bersifat terbuka.    "Terbuka,  artinya setiap anggota masyarakat yang memenuhi syarat dapat mendaftar," ungkap Tinangon.    Menurutnya,  pendaftaran calon anggota PPS dilakukan di Kantor Desa/Kelurahan. Formulir pendaftaran dapat diperoleh di Kantor Desa Kelurahan,  Kantor KPU Minahasa atau diunduh di www.kpu-minahasakab.go.id.    Setelah memasukan dokumen di kantor Desa/Kelurahan, Pendaftar memasukan dokumen pendaftaran 2 rangkap ke panitia Pemilihan Kecamatan.    "Semua pendaftar di Kelurahan masing-masing harus diusulkan oleh Lurah dan LPM ke KPU kabupaten melalui PPK, untuk selanjutnya diseleksi mana yang memenuhi syarat, " ungkap Tinangon.    Camat Tondano Barat,  Maya Marina Kainde menyambut baik Raker tersebut dan meminta jajaran pemerintah kelurahan mensuport tahapan Pilkada Minahasa.    "Mari suport program pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dan pendaftaran PPS,  untuk suksesnya Pilkada Minahasa," ungkap Kainde. (admin)

KPU Minahasa Raker dengan Pemerintah Desa dan Kelurahan

Mantapkan Mutarlih dan Pembentukan PPS   Tondano - Mulai Sabtu (14/10) KPU Minahasa menggelar Rapat Kerja dengan Pemerintah Desa dan Kelurahan. Raker tersebut dimaksudkan untuk memantapkan program Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan serta tahapan Pembentukan PPS.    Hari pertama Raker digelar di empat kecamatan, masing-masing: Eris,  Kakas,  Langowan Timur dan Langowan Utara.    Ketua Divisi Perencanaan dan Data,  Lord Malonda dalam kesempatan membawakan materi Raker mengungkapkan bahwa Pemutakiran Data Berkelanjutan merupakan Program KPU secara nasional yang dimaksudkan untuk melakukan updating data pemilih secara berkesinambungan sehingga membuat data pemilih menjadi semakin akurat.    "Pemilih yang tidak memenuhi syarat,  kita harapkan akan dilaporkan masyarakat melalui pengisian formulir tanggapan masyarakat, " ungkap Malonda.   Sementara itu,  Sekretaris KPU Minahasa,  Meidy Malonda menerangkan tentang proses rekrutmen anggota PPS yang melalui pebdaftaran secara terbuka dengan syarat usia minimal 17 tahun.    "Semua yang mendaftar di Kantor Desa atau Kelurahan,  itulah yang akan dikirimkan nama-namanya oleh pihak Hukum Tua dan BPD serta Lurah dan LPM, " ungkap Malonda. (admin)

Mantan Ketua Bawaslu Akui Keaslian Demokrasi di Minahasa

Tondano - Mantan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), DR Nur Hidayat Sardini mengakui alamiahnya demokrasi di Minahasa. Kultur ini yang dipandang bisa menjadi kekuatan menangkal bias ‘politik hitam’ yang merong-rong masyarakat di Tanah Malesung. Minahasa menurutnya, punya kemandirian tinggi tentang proses demokrasi. Bahkan memiliki kelas kekuasaan tersendiri yang relatif sangat berbeda dengan daerah lain. “Kalau di daerah lain kan, terbentuk karena proses perpindahan penduduk penghuni tapi kalau di sini asli. Tidak salah sebenarnya kalau disebut sebagai elitas tersendiri dalam sifat yang wangsa. Itu yang menjadikan perjalanan berikutnya dari Minahasa ini,” ungkap Sardini, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Minahasa Pioner Demokrasi di Indonesia’, Jumat (13/10), di Rumah Pintar Pemilu (RPP) ‘Wale Pawowasan Pemilu’ Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa. Sejarah Minahasa membuktikan kemandirian politik tampak dari struktur, kultur dan prantanya. Sistem tersebut yang menjadikan Minahasa, daerah yang kaya akan wacana, budaya dan dinamikanya berbeda dari yang lain. Secara pemerintahan Minahasa merupakan penyumbang demokrasi untuk daerah lain. “Minahasa ini kan dimekarkan dengan sifat fleksibilitas tinggi. Dia punya karakter lentur atau adaptasi yang jarang dimiliki daerah-daerah lain di Indonesia. Kalimantan Timur punya karakter yang sama tapi di sini lebih kuat,” terang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ini. Demokrasi elektoral tertanam sangat dalam pada kultur sejarah Minahasa sehingga kemandirian daerah ini memiliki peran transformer terhadap aspek-aspek kehidupan lain. Jelas sekali mengapa pemerintah Indonesia pertama kali membuat Minahasa sebagai pilot project yang pertama. Bukan hanya karena masyarakat Minahasa saat itu didukung kemelekan huruf. “Di sinilah tempat yang paling baik berkecambahnya karakter demokrasi didukung oleh kemelekhurufan masyarakat di sini, menjadikan daerah ini patut untuk dipelajari. Saya seorang akademisi, jadi dari sisi diskursus saya dapat banyak hal, bukan hanya melek huruf tapi dinamika sejarah yang sangat panjang. Terutama sejak abad 11 Masehi bergelut dengan keadaan sifat-sifat kepimpinan. Baik struktur adat yang mewarnai aspek pemerintahan, kemudian dihadapkan dengan demokrasi elektoral,” paparnya. Penyelenggara pemilu menurut dia, harus banyak belajar sejarah daerah Minahasa yang sangat konfotebel dan nyaris tidak ada yang menciderai. “Kalau politik uang ada dimana-mana tapi di Minahasa bisa dikesempingkan. Ini karakter asli yang memang sudah berjalan sekian abad di Minahasa. Demokrasi yang terpraktikkan bukan terkonsepkan semata-mata,” tutupnya. DR Ferry Liando mengatakan, diskusi tersebut sangat bermanfaat sekali, khsusnya juga bagi dirinya secara pribadi. Selama ini banyak hanya mendalami demokrasi berdasarkan hukum positif, teori-teori, undang-undang dan aturan-aturan. “Namun setelah diskusi tadi, baru tahu Minahasa itu tidak terlepas  dari yang namanya demokrasi. Banyak ahli kepemiluan dan politik sudah mengakui demokrasi itu sumbernya dari Minahasa. Sudah banyak memberikan pengakuan. Mantan ketua KPU RI (Husni Kamil Malik), DKPP (Jimly Asshiddiqie), termasuk pak Nur,” pungkasnya. Menurut dia, sekarang ini sepertinya roh demokrasi sudah hilang. Siapa yang paling kuat dan punya uang seolah-olah mereka yang paling menonjol. Padahal sebetulnya dalam demokrasi di Minahasa, orang-orang yang dikenal karena dedikasinya dan prestasi, dialah yang dianggap tokoh maka dipilih. “Roh seperti itu harus diangkat lagi. Tidak seperti sekarang, sudah bukan lagi demokrasi sekarang karena semacam terlalu ekstrem. Siapa yang punya uang, siapa yang mampu memanage hoax, menjelek-jelekkan orang lain, mampu memanas-manasi orang lain dengan politik identitas mereka yang menonjol. Bukan yang menonjol secara alamiah,” ucapnya. Sehingga menurutnya,  sekarang ini kalau ingin melenggang pada kekuasaan harus tiga itu yakni kembangkan politik identitas, hoax  dan money politic. Dalam bayangan masyarakat, nampaknya kini proses politik dalam rangka kekuasaan terlalu ekstrem. “Padahal kalau pada roh demokrasi sebenarnya bukan seperti itu. Kita menyepakati segala sesuata berdasarkan hati dia itu pantas untuk dipilih karena dedikasinya dia,” tutupnya. Sementara, dari pihak KPU Minahasa menyampaikan apresiasi, penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan menyupport agenda FGD sehingga boleh berlangsung sesuai harapan bersama. Mereka berharap diskusi tersebut boleh membawa dampak dan efek positif bagi perkembangan dan kedewasaan berdemokrasi masyarakat saat ini. “Tanah yang kita sama-sama cintai, terutama dalam menyongsong dua hajatan penting yaitu Pilkada Minahasa 2018 dan Pemilu Legislatif, Presiden dan Wakil Presiden 2019,” pungkas Direktur Pusat Pendidikan Pemilih dan Demokrasi RPP ‘Wale Pawowasan Pemilu’ KPU Minahasa, Kristoforus Ngantung SFils.   FGD itu baginya, memiliki bobot dengan narasumber, moderator dan peserta yang profesional dan kapabilitas. Hal ini semakin menguatkan harapan KPU Minahasa sebagai penyelenggara pemilu bahwa hasil FGD akan dirasakan masyarakat Minahasa. “Untuk memunculkan pengetahuan, pemahaman serta kesadaran demokrasi masyarakat. Pada akhirnya dapat berkontribusi secara positif, meningkatkan partisipasi dalam semua tahapan pilkada/pemilu, terutama pada saat pemungutan suara di TPS,” kuncinya. (admin)

Tinggal 2 Hari Pendaftaran, Baru 3 Parpol Lengkap Berkas

Tondano - Setelah Perindo dan Nasdem, PSI dinyatakan lengkap berkas hari ini, yang diterima langsung oleh Komisioner Ketua Divisi SDM Kris Ngantung bersama Jajaran pada sabtu 14 oktober 2017 bertempat diruang rapat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa. Saat dibuka pendaftaran Partai untuk ikut dalam perhelatan Pemilihan Umum, memang sudah beberapa partai yang datang ke Kantor KPU Minahasa, namun setelah diverivikasi masih ada yang perlu dilengkapi tapi ada juga yang sudah lengkap. Sampai saat ini, sudah ada tiga partai yang dinyatakan lengkap diterima oleh KPU Minahasa, yakni Partai Perindo, Nasdem dan PSI. Yang lain masih pada tahap melengkapi berkas, juga ada yang belum mendaftar. Menurut Ketua KPU Minahasa Meidy Tinangon, Untuk Parpol yang belum lakukan pendaftaran agar dapat mendatangi kantor KPU. Pasalnya, hari terakhir pemasukan berkas pendaftaran hanya dibuka hingga tanggal 16 oktober 2017. Tinangon juga meminta kepada pimpinan Parpol agar menghindari lakukan pendaftaran pada hari terakhir. Mengingat, jika ada kesalahan sudah tidak dapat dilakukan perubahan kembali. “ Untuk melakukan perubahan berkas administrasi membutuhkan waktu. Untuk itu, ada baiknya hindari lakukan pendaftaran hari terakhir,” pungkasnya. Untuk hari Minggu KPU Minahasa tetap melayani Parpol mulai pukul 13.00-16.00. Sedangkan di hari terakhir Senin 16/10 KPU Minahasa akan melayani sampai pukul 24.00" ungkap Tinangon. (admin)

KPK, IDI, BNN, dan HIMPSI bekali KPU Penyelenggara

Tondano - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Minahasa yang diwakili Ketua KPU Minahasa sekaligus Ketua Divisi Teknis,  Meidy Tinangon,  Wakil Ketua Divisi Teknis,  Dicky Paseki dan Kasubag Teknis,  Jerry Oroh,  mengikuti Bimbingan Teknis Terpadu yang digelar KPU RI di Hotel Clarion Kendari,  Sulawesi Tenggara, 12-15 Oktober 2017.   Dalam Bimtek tersebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ikatan Dokter Indonesia (IDI),  badan Narkotika Nasional (BNN), dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk membekali peserta.    Tiga lembaga tersebut berhibungan dengan syarat calon dalam Pilkada.  Yakni terkait LHKPN dan Syarat Kesehatan calon.    KPK yang diwakilkan oleh Direktorat Pendaftaran dan Penyeledikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) Deputi Bidang Pencegahan, Cahya Hareka, sebagai pembicara dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Terpadu Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota serentak tahun 2018 terkait tentang mekanisme pelaporan e-LHKPN bakal pasangan calon yang akan ikut dalam kontestasi Pilkada 2018.     "Prinsipnya nanti ada dua cara penyampaian LHKPN, namun walaupun dua kami dorong ibu bapak sekalian sedapat mungkin yang online karena namanya juga e-LHKPN kita pengennya sudah online supaya memudahkan, tapi kenapa kami masih membuat dua ada yang offline nya siapa tahu masih ada daerah yang sulit jangkauan internetnya dan seterusnya," ujar Cahya.   “Namun perlu di ingat pelaporan LHKPN ini pilih kategorinya yang khusus, karena ini calon penyelenggara negara, jadi kalau yang periodik sudah jadi penyelenggara negara nanti pelaporannya secara periodik. Sedangkan yang ini (bakal calon) karena baru mau menjadi penyelenggara negara pilihlah sebagai calon karena ketentuan yang ada disini sebagai calon penyelenggara negara,” tegas Cahya.   Selain pembicara dari KPK, KPU juga mengajak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang juga tidak kalah penting untuk membahas salah satu syarat calon yang berhubungan dengan kemampuan rohani dan jasmani yang dibawakan oleh dr. Danardi Sosrosumi.   Danardi mengatakan, tujuan pemeriksaan kesehatan untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Walikota dan Wakil Walikota dan/atau Bupati dan Wakil Bupati ini bahwa diharapkan lima tahun ke depan ini mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya.   “Pemahaman pemeriksaan kesehatan baik fisik dan mental ini bukan bebas dari sakit tetapi disini bebas dari disabilitas, disabilitas disini adalah minimal requirement atau syarat kesehatan yang minimal dimiliki oleh para calon tersebut agar lima tahun kedepan itu mampu baik secara fisik dan mental melaksanakan tugas-tugasnya,” kata Danardi.   "Apabila seseorang calon itu sudah berusia di atas lima puluh, di atas lima puluh lima atau mungkin juga di atas enam puluh tahun pasti ada penyakit seperti hipertensi, mungkin ada diabet, tapi apakah orang diabet dan hipertensi itu gugur sebagai bakal calon, tentu tidak karena ada beberapa penyakit yang bisa dikoreksi, yang bisa dikontrol, yang bisa dikendalikan dan kalau seseorang yang tadinya hipertensi kemudian bisa dikendalikan atau seseorang dengan gula darah yang tinggi  kemudian bisa dikendalikan itu artinya dia bisa sehat dapat melaksanakan tugas, bebas dari kategori disabilitas,” tegas Danardi.   Selain itu turut hadir penyaji materi dari perwakilan dari Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Andik Matulessy. Dalam pemaparannya Andik menyampaikan terkait kesehatan mental/ rohani bakal calon yang akan ikut dalam kontestasi. Serta hadir pula perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Pol Fauzan Djamal yang menyampaikan materi terkait pelaksanaan teknis pemeriksaan tes narkoba melalui urine untuk para bakal calon yang akan mengikuti pemilihan.     Penyajian materi tersebut diutarakan dalam kelompok pembagian kelas A yang terdiri dari para peserta kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Terpadu Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota serentak tahun 2018, hari kedua pelaksanaan bimtek di Kendari Sulawesi Tenggara. (admin)