Manado - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa menggelar rapat koordinasi (rakor) stakeholder dalam rangka mewujudkan 'Pilkada Minahasa Yang Kredibal dan Aman', Jumat (20/10), di Hotel Gran Puri, Manado.
Kegiatan ini dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Jeffry Korengkeng. Ia berharap kegiatan ini bisa berimplikasi pada terwujudnya komitmen penyelenggara pilkada.
Menurutnya, masyarakat sekarang telah kritis dan memahami keberadaan pelaksanaan pilkada. "Diharapkan ini bisa jadi wadah mengubah kepemimpinan di Minahasa yang lebih baik. Kita punya tanggung jawab mengawal pemilihan yang bersih, umum, bebas dan rahasia tertib serta aman, sesuai undang-undang yang berlaku," kata Korengkeng.
Rapat antar stakeholder ini diharapkan mampu menjadikan kerjasama yang positif dalam rangka pilkada. Dalam mewujudkan Pillada yamg kredibel dan aman, bukan mudah tapi kompleks persoalannya. Makanya menurut dia, masalah yang timbul perlu diantisipasi sejak dini. Supaya tidak melebar dan meluas. "Kiranya pilkada ini tidak cacat hukum yang nantinya menimbulkan kerawanan," tuturnya.
Ketua KPU Minahasa, Meidy Tinangon mengatakan, pilkada yang kredibel dan aman bisa terlaksana dengan peran semua stakeholder. KPU Minahasa telah belajar banyak dari pemilihan sebelumnya dan pemilu di daerah lain. "Misalnya di Papua, sudah beberapa kali diulang. Kami berharapn ini tidak terjadi di Minahasa karena selain berdampak sosial juga penganggaran. Karena hajatannya kan sudah running, annggaran sudah habis," tutur Tinangon.
Ia mengatakan, ketidakamanan yang kerap terjadi banyak karena proses penyelenggaraannya tidak kredibel. Akhirnya ada respon yang negatif. Itu juga karena rivalitas yang kadang tidak berintegritas. "Paling banyak di dunia maya. Ini bisa kena undang-undang ITE," jelasnya.
Kemudian dalam pilkada sering pula menyeret kelompok adat. Apalagi sekarang organisasi masyarakat (ormas) dari adat sedang tumbuh. Jika sudah berimbas di masalah ini, akan sulit diselesaikan ketimbang masalah di antar partai. "Apalagi ormas yang sudah ditunggangi kepentingan tertentu," ujarnya.
"Di sisi lain media bukannya memberikan berita yang menyejukan tapi menambah memanas-manasi," tambahnya.
Diketahui, dalam diskusi tersebut melibatkan pihak kepolisian, TNI, Partai politik, Kapolres Minahasa, insan pers dan beberapa undangan lainnya. (admin)