Berita Terkini

Ini Pesan Pilkada KPU Minahasa Melalui Puisi

Di hadapan KPU RI Komisioner KPU Minahasa Bacakan Puisi Epilog    Seni ternyata dapat menjadi media penyampaian pesan pendidikan politik dan demokrasi atau pendidikan pemilih (voters education) untuk kepentingan Pemilu atau Pilkada. Hal ini dimanfaatkan dengan optimal oleh KPU Kabupaten Minahasa – Sulawesi Utara. Implementasi pendidikan demokrasi melalui pembacaan puisi, tersaji dalam rangkaian acara Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pentas Seni Budaya yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Tahapan Pemilihan dan Launching Pilkada Minahasa 2018 yang digelar akhir pekan lalu (15/9) di Gedung ‘Wale ne Tou Minahasa’ Tondano.   Lima Komisioner KPU Minahasa secara bergantian membacakan bait puisi berjudul “MENATAP PILKADA KREDIBEL DAN AMAN”. Puisi yang ditulis Ketua KPU Minahasa, Meidy Yafeth Tinangon tersebut dibacakan sebagai bagian epilog atau bagian penutup pada karya sastra teaterikal bertajuk Demokrasi Indonesia Awalnya dari Minahasa dengan judul naskah drama kolosal: “Mencari Pemimpin”. Di hadapan Ketua KPU RI Arief Budiman dan Anggota KPU RI, Hasyim Asyari serta tamu dan undangan lainnya, Ketua KPU Minahasa, Meidy Yafeth Tinangon mengawali pembacaan puisi tersebut diikuti empat komisioner lainnya masing-masing: Wiesje Wilar, Lord Arthur Malonda, Kristoforus Ngantung dan Dicky Paseki. Bait terakhir puisi dibacakan secara bersama-sama.   Berikut isi puisi tersebut.   Minahasa … pioner demokrasi Indonesia…. Tiada demokrasi sejati dan substansial tanpa kebenaran, kejujuran dan keadilan Tak perlu sempurna tuk wujudkannya… Hanya butuh setitik komitmen anak negeri… Komitmen kita semua ….. Karena demokrasi adalah Kita !!!   Demokrasi ….. adalah seni merangkai beda… Mari bersatu meskipun beda warna… Tetap saudara dan sahabat meski beda pilihan… Tak perlu uang tuk wujudkannya… Hanya butuh ketulusan nurani…   Pilkada … adalah prosedur demokrasi untuk kepentingan rakyat…. Tiada Pilkada tanpa rakyat… Mari berkompetisi tuk puaskan kehendak rakyat… Mari bersaing dengan sehat… Tak perlu curang tuk wujudkannya… Hanya butuh komitmen petarung sejati…   Pilkada Kredibel ….. adalah pilkada yang terpercaya… Terpercaya karena pelayanan berbalut transparansi.. Terpercaya karena hukum jadi panglima… Terpercaya karena keadilan, kejujuran dan kesetaraan.. Tak perlu sempurna untuk mewujudkannya… Hanya butuh integritas….   Pilkada adalah Pesta Demokrasi… Mari berpesta dengan Aman dan damai Mari bergandengan tangan dalam perbedaan… Mari hormati aturan… Jauhkan hina dan fitnah… Tak perlu amarah tuk wujudkannya… Hanya butuh kendalikan diri dan saling menghargai ……   Mari segenap tou*) Minahasa, bersama kita buktikan kedewasaan berdemokrasi sebagai daerah pioneer**) demokrasi Indonesia… Mari wujudkan Pilkada yang bermartabat….!!! PILKADA MINAHASA YANG KREDIBEL DAN AMAN !!!   Catatan: *tou (bahasa lokal Minahasa yang berarti orang / manusia) *Pioner/pionir = penganjur; pelopor; perintis jalan; pembuka jalan

INI PESAN HASYIM ASYARI KEPADA KPU MINAHASA

Tondano - Anggota KPU Republik Indonesia yang juga perwakilan KPU di DKPP, Hasyim Asyari mengingatkan poin penting terkait etika penyelenggara dan kesehatan, saat menyampaikan sambutan mewakili DKPP RI dalam sosialisasi dan launching tahapan Pilkada Minahasa, Jumat (15/9) di gedung Wale ne Tou Minahasa Tondano. “Karena saya didaulat mewakili DKPP RI, maka saya akan bicara mengingatkan teman-teman penyelenggara terkait etika penyelenggara Pemilu,” ungkap Hasyim yang malam itu berbalut busana pakaian adat Minahasa bersama Ketua KPU RI. Menurut Hasyim, penyelenggaraan Pemilu yang telah memasuki tahapan penyelenggaraan, menuntut perhatian segenap penyelenggara Pemilu untuk bersikap bijak dan menempatkan diri sebagai penyelenggara yang independen dan tidak berpihak. “Secara khusus untuk KPU Minahasa, hati-hatilah dalam bersikap. Misalnya, saya mendapat informasi bahwa bapak bupati dan wakil bupati akan mencalonkan diri, pertanyaan saya terkait acara malam ini, apakah keduanya diundang. Untung saja, saya mendapatkan konfirmasi bahwa keduanya diundang. Ini menunjukan kepekaan penyelenggara terhadap hal-hal yang sering dianggap sepele tapi bisa menimbulkan masalah dan bisa diajukan ke DKPP,” ungkapnya. Hasyim juga memberikan contoh hal lainnya seperti kebiasaan minum kopi bareng pimpinan partai politik. “Hal ini juga perlu hati-hati. Sebaiknya jika ada keperluan komunikasi dalam rangka kelancaran penyelenggaraan Pilkada antara peserta dan penyelenggara, sebaiknya dilakukan di Kantor KPU, daripada melaksanakannya di tempat lain sambil minum kopi bersama, bisa menimbulkan prasangka lain,” ungkapnya lagi. Terakhir Hasyim juga mengingatkan kepada komisioner KPU Minahasa dan komisioner Kabupaten dan Kota lainnya yang hadir terkait kesehatan. “Jaga kondisi, jaga kesehatan, karena kita akan menghadapi tugas yang berat yaitu tahapan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019,” ungkapnya. (admin)

ADA APA DIBALIK JINGLE PILKADA MINAHASA ?

Tondano - Kolaborasi, kebersamaan dan kekompakan kerja antara Komisioner dan jajaran Sekretariat KPU Minahasa membuahkan hasil yang kreatif dalam bentuk video klip jingle Pilkada. Pemeran dalam tayangan video klip tersebut adalah komisioner, sekretaris dan staf sekretariat KPU Minahasa. Hasil kolaborasi tersebut diperkenalkan kepada publik di saat launching Pilkada Minahasa (15/9) dan diunggah ke channel youtube dan di share ke media sosial Sabtu (16/9).   Salah satu tayangan yang diambil di Benteng Moraya Respon publik terhadap video klip tersebut sangat besar. Hal ini nampak dari komentar di facebook maupun jumlah tayangan hasil share facebook yang telah mendekati 5000 tayangan terhitung 3 hari sejak diunggah. Jingle Pilkada Minahasa yang diberi judul “Mari Memilih Untuk Minahasa Jaya” merupakan ciptaan seniman muda Minahasa Janri Rumambi, MPd. Istimewanya, syair lagu merupakan buah karya Ketua KPU Minahasa, Meidy Yafeth Tinangon. Sutradara dan produser video klip adalah seorang staf sekretariat KPU Minahasa, Vidi Sorongan.   Foto Bersama Ketua KPU RI   Berikut syair lagu jingle Pilkada Minahasa:   ~Mari Memilih Untuk Minahasa Jaya~ Hey, marijo rame-rame Mari ba pesta demokrasi di tanah Minahasa tempat lahir demokrasi di Negara Indonesia Butuh pemimpin pilihan rakyatnya   Hey, marijo rame-rame Marijo torang gunakan hak untuk memilih Pilih bupati dan wakilnya untuk minahasa Pilih pemimpin untuk minahasa jaya   Reff: Marijo semua yang punya hak pilih Hai Oma deng Opa Hai Om deng Tante Jangan Lupa daftarkan diri Jangan lupa datang TPS mari gunakan Hak Pilihmu Mari memilih dengan cerdas dan turut nurani   Marijo semua yang punya hak pilih Hai nyong deng nona Hai utu deng keke Jangan golput atau jual suara Janganlah saling menghina Hargai perbedaan Mari memilih dengan damai ’tuk minahasa Jaya  [admin]   Simak Video Klip Jingle Pilkada Minahasa 2018 Mari Memilih Untuk Minahasa Jaya Klik Disini

Teaterikal di Launching Pilkada Minahasa Diharap Menjadi Inspirasi Stakeholder Pemilu

Minahasa, kpu.go.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Arief Budiman mengaku terkesan bahkan berharap launching Pilkada Minahasa dapat menjadi inspirasi penyelenggara dan stakeholder pemilu. Hal tersebut disampaikannya  dalam sambutan peresmian tahapan usai menyaksikan pentas teaterikal  disaat sosialisasi dan launching Pilkada Minahasa, Jumat (15/9) yang digelar di Gedung Wale Ne Tou Minahasa, Tondano. “Ini tontonan luar biasa, potret luar biasa, gambaran Pemilu di Indonesia. Jadi acara ini kalau dipertontonkan di tingkat nasional, saya yakin ini akan memberi inspirasi bagi banyak pihak untuk berkompetisi dengan cara yang kredibel, akuntabel, berintegritas. Ini sesuai dengan motto kami,” ungkapnya. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Minahasa menggelar pentas seni budaya dalam rangka pendidikan pemilih dan demokrasi yang digabung dengan kegiatan sosialisasi tahapan  pemilihan serta launching tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Tahun 2018. Dalam pentas tersebut, selaian disuguhkan tarian Kawasaran, musik kolintang dan musik bambu khas Minahasa, Panitia menampilkan pentas drama kolosal bertajuk “Pesona Minahasa Pioner Demokrasi Indonesia” dengan judul naskah narasi: “Demokrasi Indonesia awalnya Dari Minahasa” dan judul naskah drama: “Mencari Pemimpin”. Selain mengisahkan sejarah demokrasi dan pemilu di Minahasa, pentas drama juga mengisahkan dinamika demokrasi dan perebutan kekuasaan politik yang diantaranya diperagakan dengan memukau dalam bentuk perebutan kursi sebagai simbol kekuasaan. Drama yang disutradarai Alfrets Ken Oroh tersebut, mengurai konflik dalam perebutan kekuasaan dengan simbol bendera warna warni. Konflik dalam perbedaan tersebut terjadi karena nafsu ketamakan dan hasrat berkuasa. Namun akhirnya, di bagian akhir pentas  semua simbol warna menyatu dan dibungkus dengan kibaran merah putih. Kisah yang dimainkan dalam drama tersebut yang membuat Arief Budiman terkesan dan terharu. “Saya sangat terharu, makanya saya ingin nyari sutradaranya, saya sangat ingin berterimakasih. Ini potret luar biasa. Saya lihat di layar, ini siaran langsung TVRI Sulut. Rekamannya bisa dikabarkan dimana-mana. Potongan gambarnya bisa jadi video jinglenya Pemilu KPU. Itu nantinya mudah-mudahan menginspirasi banyak pihak,” ungkap Arief. Arief selanjutnya mengaku terkesan dengan simbol merah putih. “Barusan kita saksikan itu teaterikal luar biasa menurut saya. Ditutup dengan merah dan putih. Merah dan putih sangat berbeda. Tapi merah dan putih tidak pernah dipaksakan untuk melebur jadi satu menjadi merah muda. Merah dan putih harus dipaksakan mau bergandengan tangan , mau bekerjasama, mau berkibar bersama, mau melambai bersama untuk kejayaan Indonesia,” ungkap Arief disamput tepuk tangan semua yang hadir. “Jadi jangan pernah paksakan perbedaan untuk melebur jadi satu. Tapi paksakan perbedaan untuk mau bekerjasama, mau bergandengan tangan untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Ini kira-kira pesan penting dari drama teaterikal tadi,”  ungkap Arief sambil berharap Pilkada Minahasa akan menjadi Pilkada yang kredibel dan akuntabel. Dalam kesempatan mengunjungi Minahasa, Ketua KPU RI didampingi anggota KPU RI Hasyim Asyari yang juga anggota DKPP perwakilan KPU, Ketua KPU Provinsi Sulawesi Utara, Yessy Momongan dan anggota KPU Provinsi Sulut, masing-masing Vivi George, Ardilles Mewoh, Zulkifli Golonggom dan Fachruddin Noh. Juga turut hadir perwakilan KPU Provinsi Banten dan KPU Kota Tagerang. (http://kpu.go.id)

KPU Minahasa Paparkan Kesiapan Pilbup

Pertemuan dengan Komisi II DPR RI   Tondano - Bertempat di Ruang Rapat Wagub Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa (12/9) dilaksanakan tatap muka antara Tim Komisi II DPR RI  yang dipimpin oleh EE Mangindaan selaku ketua tim dengan jajaran kpu-bawaslu Provinsi Sulut serta KPU dan Panwas Kabupaten / Kota penyelenggara Pilkada 2018.   Pihak pemprov sulut diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra,  John Palandung.  KPU provinsi diwakili Ketua Divisi Hukum,  Ardiles Mewoh dan Ketua Divisi Umum,  Keuangan dan Logistik Vivi George.    KPU kabupaten Minahasa sebagai salah satu penyelenggara Pilkada turut hadir dalam pertemuan tersebut, yang dihadiri langsung Ketua KPU minahasa,  Meidy Yafeth Tinangon.    Dalam pertemuan tersebut,  Tinangon memaparkan kesiapan KPU minahasa mulai dari kesiapan anggaran, personil, dan pelaksanaan tahapan.    Dipaparkan dalam pertemuan yang dipandu Assisten I Pemprov Sulut J Palandung, bahwa KPU minahasa adalah daerah pertama yang menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD)  dengan Pemkab,  dari antara 6 daerah yang menyelenggarakan pilkada di Sulut.    "NPHD ditandatangani tanggal 9 Mei 2017, dan telah melalui pembahasan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan review badan Pengawas Keuangan dan Pemangunan (BPKP)," ungkap Tinangon.    Terkait pendataan pemilih dan e-KTP yang menjadi perhatian Komisi II,  Tinangon menjelaskan bahwa berdasarkan data dari Pemkab Minahasa,  presentase perekaman e-KTP di Kabupaten Minahasa telah mencapai 94%.    Pemerintah dan DPR-Ri menurut Mangindaan,  telah sepakat tahun 2018 perekeman E-KTP harus mencapai 100%.   KPU Minahasa menurut Tinangon,  turut mensuport upaya tersebut,  mengingat E-KTP menjadi syarat pemutkhiran data pemilih dan digunakan dalam verifikasi dukungan calon perseorangan serta di hari pencoblosan nanti.    Tinangon juga menyampaikan perihal keterkaitan antara UU Pilkada dan UU pemilu No 7 Tahun 2017, terkait rekrutmen penyelenggara yang berpotensi mengganggu kinerja. Pasalnya,  masa jabatan KPU Minahasa habis bertepatan satu hari sebelum hari Pencoblosan, tanggal 27 Juni 2018.   Mangindaan dan tim yang terdiri dari diantaranya Rambe Kamarulzaman (FPG)  dan Dwi Ria Latifa (FPDIP) merespon baik penyampaian dari KPU minahasa.  Mereka berjanji akan merumuskan masukan dan laporan hasil pertemuan dan membawanya dalam pembahasan di Jakarta. (admin)

KPU Minahasa Sosialisasikan Perekrutan PPK

Tondano - Jelang Pelaksanaan tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa rencananya akan melaksanakan tahapan perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 25 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Minahasa, pada 12 sampai 14 Oktober nanti. Guna menunjang tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa pada tahun 2018 nanti. KPU Minahasa bakal membuka pendaftaran PPK.   Kristofirus Ngantung S.fils Komisioner KPU Minahasa yang juga merangkap ketua kelompok kerja perekrutan PPK saat ditemui sejumlah wartawan mengatakan saat ini pihak KPU Minahasa terhitung sejak 11 September sampai 11 Oktober akan melaksanakan tahapan sosialisasi perekrutan PPK. Sementara untuk pendaftaran calon PPK akan dibuka pada 12 Oktober sampai 14 Oktober.   Ngantung menambahkan untuk persyaratan PPK yakni untuk usia pendaftar masih mengikuti PKPU 3 tahun 2017, yaitu 25 tahun.  Namun tidak menutup kemungkinan apabila ada Surat Edaran dari KPU RI maka akan ada perubahan mengikuti UU Pemilu No 17  Tahun 2017 yaitu minimal 17 Tahun, memiliki ijasah  minimal SMA dan sederajat, tidak terlibat partai politik, melampirkan surat pernyataan tidak pernah menjadi anggota PPK selama 2 periode.(mckpumin)