Berita Terkini

Teaterikal di Launching Pilkada Minahasa Diharap Menjadi Inspirasi Stakeholder Pemilu

Minahasa, kpu.go.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Arief Budiman mengaku terkesan bahkan berharap launching Pilkada Minahasa dapat menjadi inspirasi penyelenggara dan stakeholder pemilu. Hal tersebut disampaikannya  dalam sambutan peresmian tahapan usai menyaksikan pentas teaterikal  disaat sosialisasi dan launching Pilkada Minahasa, Jumat (15/9) yang digelar di Gedung Wale Ne Tou Minahasa, Tondano.

“Ini tontonan luar biasa, potret luar biasa, gambaran Pemilu di Indonesia. Jadi acara ini kalau dipertontonkan di tingkat nasional, saya yakin ini akan memberi inspirasi bagi banyak pihak untuk berkompetisi dengan cara yang kredibel, akuntabel, berintegritas. Ini sesuai dengan motto kami,” ungkapnya.

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Minahasa menggelar pentas seni budaya dalam rangka pendidikan pemilih dan demokrasi yang digabung dengan kegiatan sosialisasi tahapan  pemilihan serta launching tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Tahun 2018. Dalam pentas tersebut, selaian disuguhkan tarian Kawasaran, musik kolintang dan musik bambu khas Minahasa, Panitia menampilkan pentas drama kolosal bertajuk “Pesona Minahasa Pioner Demokrasi Indonesia” dengan judul naskah narasi: “Demokrasi Indonesia awalnya Dari Minahasa” dan judul naskah drama: “Mencari Pemimpin”.

Selain mengisahkan sejarah demokrasi dan pemilu di Minahasa, pentas drama juga mengisahkan dinamika demokrasi dan perebutan kekuasaan politik yang diantaranya diperagakan dengan memukau dalam bentuk perebutan kursi sebagai simbol kekuasaan.

Drama yang disutradarai Alfrets Ken Oroh tersebut, mengurai konflik dalam perebutan kekuasaan dengan simbol bendera warna warni. Konflik dalam perbedaan tersebut terjadi karena nafsu ketamakan dan hasrat berkuasa. Namun akhirnya, di bagian akhir pentas  semua simbol warna menyatu dan dibungkus dengan kibaran merah putih.

Kisah yang dimainkan dalam drama tersebut yang membuat Arief Budiman terkesan dan terharu.

“Saya sangat terharu, makanya saya ingin nyari sutradaranya, saya sangat ingin berterimakasih. Ini potret luar biasa. Saya lihat di layar, ini siaran langsung TVRI Sulut. Rekamannya bisa dikabarkan dimana-mana. Potongan gambarnya bisa jadi video jinglenya Pemilu KPU. Itu nantinya mudah-mudahan menginspirasi banyak pihak,” ungkap Arief.

Arief selanjutnya mengaku terkesan dengan simbol merah putih.

“Barusan kita saksikan itu teaterikal luar biasa menurut saya. Ditutup dengan merah dan putih. Merah dan putih sangat berbeda. Tapi merah dan putih tidak pernah dipaksakan untuk melebur jadi satu menjadi merah muda. Merah dan putih harus dipaksakan mau bergandengan tangan , mau bekerjasama, mau berkibar bersama, mau melambai bersama untuk kejayaan Indonesia,” ungkap Arief disamput tepuk tangan semua yang hadir.

“Jadi jangan pernah paksakan perbedaan untuk melebur jadi satu. Tapi paksakan perbedaan untuk mau bekerjasama, mau bergandengan tangan untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Ini kira-kira pesan penting dari drama teaterikal tadi,”  ungkap Arief sambil berharap Pilkada Minahasa akan menjadi Pilkada yang kredibel dan akuntabel.

Dalam kesempatan mengunjungi Minahasa, Ketua KPU RI didampingi anggota KPU RI Hasyim Asyari yang juga anggota DKPP perwakilan KPU, Ketua KPU Provinsi Sulawesi Utara, Yessy Momongan dan anggota KPU Provinsi Sulut, masing-masing Vivi George, Ardilles Mewoh, Zulkifli Golonggom dan Fachruddin Noh. Juga turut hadir perwakilan KPU Provinsi Banten dan KPU Kota Tagerang. (http://kpu.go.id)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 53 kali