Ikan Payangka, Logo Pilbup Minahasa
Tondano - Ikan Payangka yang memegang paku dan kertas suara bertuliskan tanggal 27 Juni 2018 ditetapkan sebagai logo Pilbup Minahasa 2018. Penetapan tersebut tertuang dalam surat keputusan KPU Kabupaten Minahasa yang dibacakan oleh Ketua divisi sosialisasi dan partisipasi masyarakat KPU Minahasa, Kristoforus Ngantung dalam launching logo Pilbup di Swissbell Hotel Maleosan Manado (12/8).
Launching logo Pilbup dilaksanakan Komisioner KPU Sulut, Ardiles Mewoh dan lima komisioner KPU Kabupaten Minahasa, disaat pembukaan kegiatan Raker Pedoman Teknis Tahap II. Kata Payangka sendiri diberikan arti sebagai PilkadA YANG Kredibel dan Aman.
Ikan Payangka yang memiliki nama ilmiah Ophieleotris aporos, Bleeker merupakan salah satu ikan yang menjadi ciri khas Danau Tondano bahkan menjadi kebanggaan masyarakat sekitar Danau Tondano. Saat ini, nilai ekonomis Payangka telah berkembang dimana dari sebelumnya hanya dihidangkan di meja makan keluarga, kini Payangka telah menjadi hidangan restaurant. Ikan ini diintroduksi di Danau Tondano pada Tahun 1902 dan masih eksis hingga saat ini. Karena sudah lama diintroduksi kedalam Danau Tondano dan mampu bertahan bahkan menjadi spesies dominan, sehingga masyarakat menganggap Payangka sebagai ikan asli Danau Tondano.

Penekanan Tombol Tanda Launching Logo Pilkada
Ketua KPU Kabupaten Minahasa, Meidy Tinangon dalam penjelasannya mengatakan bahwa yang menarik dari eksistensi Payangka di Danau Tondano adalah kemampuannya bertahan di tengah kompetisi dengan ikan-ikan yang lain, yang bahkan sebagian telah hilang atau hampir mengalami kepunahan lokal. Kemampuan payangka untuk bertahan hingga saat ini disebabkan karena variasi makanan payangka sangat luas dan relative tidak ada pesaing untuk makanan yang sama.
“Selain kemampuan memanfaatkan makanan, payangka memiliki kemampuan reproduksi yang tinggi, kemampuan ini antara lain: mampu memijah sepanjang tahun yang puncaknya pada bulan Juni, September dan Desember, dengan produksi telur rata-rata sekitar 30.000 – 60.000 butir tiap individu, dan masing-masing individu dapat bertelur minimal dua kali dalam setahun,” ungkap Tinangon.
Lebih lanjut terkait alasan pemilihan ikan Payangka sebagai ikon utama logo Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Tahun 2018 sebagaimana dikutip dari SK Penetapan Logo adalah:
- Payangka sebagai penunjuk karakter lokal yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat, dan karenanya harus dilestarikan, sebagaimana juga demokrasi elektoral (sistem demokrasi dengan pemilihan pemimpin oleh rakyat) yang menjadi karakter lokal/ kearifan lokal (local wisdom) masyarakat Minahasa;
- Eksistensi payangka di Danau Tondano diaman ikan ini mampu bertahan / eksis dalam kompetisi maupun perubahan lingkungan danau, sejalan dengan eksistensi nilai-nilai luhur demokrasi di tanah Minahasa. Sekalipun bergabung dalam satu negara yang memiliki latar belakang sistem pemerintahan berbeda, namun akhirnya sistem demokrasi di Indonesia tetap eksis. Lokalitas demokrasi Minahasa mampu menjadi karakter nasional, yang dalam logo ini dikiaskan dengan bendera merah putih.
- Fekunditas (kemampuan bertelur) ikan payangka yang besar dan kumpulan ikan Payangka kecil yang bergerombol banyak, mengandung arti harapan akan partisipasi pemilih yang meningkat dalam Pilkada Minahasa, dimana masyarakat akan berduyun-duyun datang ke TPS ibarat nike yang berenang bergerombol dalam jumlah besar. Harapan akan partisipasi pemilih ditunjukan dengan simbol payangka yang memegang paku dan surat suara dan menyampaikan kata ajakan: Marijo bapilih (Mari memilih)!
- Nike / payangka kecil memiliki sifat hidup kolektiv / bergerombol / berkumpul juga menunjuk kepada sifat kolektif kolegial KPU sebagai penyelenggara Pemilihan.
- Puncak pemijahan Payangka di bulan Juni, sejalan dengan bulan palaksanaan Pilkada yaitu Juni Tahun 2018.