DI MINAHASA, KETUA KPU RI BEBERKAN PENGAKUAN DUNIA TERHADAP PEMILU INDONESIA
Tondano - Dunia internasional semakin mengenal Pemilu di Indonesia yang menjadi lebih baik, bahkan menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi penyelenggaraan Pemilu di negara lainnya. Hal tersebut merupakan salah satu poin penting dalam sambutan Ketua KPU RI, Arief Budiman saat membawakan materi sambutan dalam kegiatan Pentas Seni Budaya Dalam Rangka Pendidikan Pemilih Dan Demokrasi yang digabung dengan kegiatan Sosialisasi Tahapan Pemilihan Serta Launching Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Tahun 2018, Jumat (15/9) di Gedung “Wale Ne Tou Minahasa” Tondano, Sulawesi Utara.
“Sesuai motto kami, transparaency and integrity, for polity of election. Hal ini selalu kita kabarkan bukan hanya di 34 provinsi tetapi di seluruh dunia,” ungkap Arief dengan bangga di gedung kebanggaan rakyat Minahasa.
Menurutnya KPU Republik Indonesia selalu punya kesempatan untuk mengabarkan pelaksanaan Pemilu Indonesia yang semakin kredibel, transparan dan akuntabel.
“Agustus tahun lalu Kita menjadi tuan rumah untuk pertemuan KPU se Asia yang juga dihadiri negara-negara di luar Asia. Disaat seorang professor politik dari Amerika mengatakan bahwa sekarang saatnya kalau ingin belajar Pemilu, belajarlah ke Indonesia. Sejak saat itu delegasi Indonesia selalu di undang dalam forum-forum internasional untuk menjadi naras sumber untuk berbicara tentang demokrasi dan Pemilu. Pak Hasyim baru pulang dari Kuala Lumpur Malaysia, menjadi narasumber dalam acara yang dilaksanakan Koffi Annan Foundation yang dihadiri oleh pembicara kelas internasional,” ungkap Arief bangga.
Ketua KPU RI juga menyampaikan bahwa dua minggu lalu, dirinya baru pulang dari pertemuan KPU sedunia di Rumania. Dalam forum tersebut Arief menyampaikan kritik tentang mekanisme pemilihan executive board yang tidak demokratis, padahal dilaksanakan oleh lembaga tempat berkumpulnya penyelenggara Pemilu di seluruh dunia.
“Seminggu kemudian saya mendapat surat dari sekretaris eksekutif lembaga tersebut, yang menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan posisi Indonesia sebagai observer tetap dalam setiap pertemuan executive board member,” ungkap Arief disambut tepuk tangan peserta yang mewakili Partai Politik, akademisi dan pegiata pemilu, budayawan, kelompok pemilih pemula, ormas dan unsur pemerintah.
“Kita banyak belajar lalu kita mulai wujudkan Pemilu Indonesia menjadi semakin baik, semoga KPU Minahasa dapat membuktikan penyelenggaraan Pilkada yang kredibel dan berkualitas,” harapnya. (admin)